Tampilkan postingan dengan label Jejak Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 April 2008

Bayang-bayang

Bayang-bayang berputar mengelilingi
Mengajak untuk kembali
Dan menyakinkan pasti akan kembali
Di antara kepedulian dan keacuhan
Di tengah kebisuan dan kediaman
Muncullah nuansa-nuansa paradox

Ketahuilah
'aku'mu memang akan kembali
tetapi bukan pada makhluk tempat kembalimu
'aku'mu hanya akan kembali pada Rabb al-Arbab
wahai bayang-bayang
Biarkan 'diri'mu sejenak dalam sunyi

Wahai para pecinta Kebenaran
Selama ego dan keinginan masih menghijab
Biarkan Dia mengikis kerak-kerak pemahaman lapukmu
Biarkan 'aku'mu larut dalam Kehampaan
Sejatinya 'diri'mu hanya makhluk lemah
Biarkanlah sejenak arungi 'jalan'

O para penerbit syair Cinta
Biarkanlah berkelana ke relung-relung dan sekat-sekat hati
Karena di sana masih ada citra keluasan dan kemandirian
Masih ada keterikatan
Masih belum seutuhnya suwung dan hampa

O para pengelana Cahaya
Biarkanlah Dia melepas semua bayang-bayang
Biarkanlah terbang tinggi
Membuncahkan isi jiwa
dengan bait-bait syair picisan tanpa alur
semata hanya nyala lilin

Siang nan sejuk, 21 April 2008

Pasrah dalam Cahaya

Serahkan semua urusan kepada Allah
Hiduplah dalam kekinian
Jangan risaukan apa yang telah lewat
dan apa yang ada didepanmu
Biarkan kehendakNya mengalirimu
dan mengajarimu Jalan Kebenaran

Sesungguhnya kau tak memiliki apapun
dan tak kuasa atas apapun
Cukuplah kau berserah diri padaNya
karena Dia jualah yang akan mencukupimu
Renungkanlah o pejalan fakir
Masukilah relung-relung kesunyian hatimu

Jiwa-jiwa ini ada dalam genggamanNya
bahkan bersitan hati sebesar zarah
tak luput dari IlmuNya,Yang Maha Meliputi
Ambilah hikmah tersirat dengan bashirahmu
pada setiap fenomena lahir
yang menyapa tiada henti

Biarkan cahayaNya mengalir
menerangi setiap sudut nuranimu
hingga kegelapan berganti terang cahaya
Singkirkan ego dan keinginanmu
Sambutlah Harta Yang Terpendam
Biarkan cahaya itu memancar ke alam raya


Jelang siang, 21 April 2008

Kamis, 17 April 2008

Doa Seorang Hamba

Ya Allah ampunilah
kesilapan-kesilapan
gerak liar dan sombong
keingkaran dan ketidaktundukan
yang masih saja aku perbuat

Ya Allah
Kaulah pengisi nuansa hati
penyejuk jiwa
sebaik-baik pelindung

Ya Allah
kepadaMu
luruh dan fanaku
bukalah hijab dan liputi aku
cahayai qalbku dengan NurMu

Ya Allah
Beri aku kekuatan
untuk selalu ridho pada ketentuanMu
untuk pasrah pada ketetapanMu
untuk selalu berada di sisiMu

Ya Allah
cahayaMu di barat dan timur
pada setetes embun pagi
pada sehelai daun kering layu
pada setiap bagian terkecil alam semesta

Ya Allah
beri aku daya
agar shalat dan ibadahku hanya untukMu
agar hidup dan matiku hanya buatMu
agar hanya Engkaulah tujuanku

Ya Allah
Kau ajari aku bagaimana berkasih sayang
untuk selalu menerima apanya
untuk selalu memberi tanpa berharap
Kaulah guruKu

Ya Allah
Tlah kau perlihatkan padaku
Rahman dan RahimMu
ketundukan pada semua ciptaanMu

Ya Allah
Biarkan aku selalu disisiMu
Jangan lagi jauh dariku
Tetaplah disini
Menemaniku


jelang siang, 18 April 2008

Senin, 14 April 2008

Lurus dalam Jalan Cahaya

Tetaplah lurus di jalanKu
apa yang tidak kau inginkan pun aku berikan kepadaMu
nikmatilah rasa syukur yang ada di dadamu
demikianlah Aku mengalirkannya kepadamu

Jangan larut dan terpukau oleh dunia
Dunia sengaja Aku ciptakan untuk ujian bagiMu
agar engkau dapat membedakan antara Haq dan bathil
dengan Cahaya petunjukKu

Sirnakanlah wujudmu
Mendekatlah kepadaKu dengan sepenuh hati
Cukuplah Aku sebagai penolongmu
Karena Aku ada dimanapun kau ada

Merasa cukuplah atas semua rezeki yang Aku berikan
bersyukurlah atas ketenangan bathin yang Aku alirkan
karena puncak kebahagiaan seorang hamba
adalah saat-saat dia bersamaKu

pagi cerah, 15 April 2008